Mencermati dunia hiburan malam, banyak hal menarik yang dapat ditemui. Kali ini tentang orang-orangnya, lebih tepat lagi key person di sebuah club, yang terkesan‘kutu loncat’.
SUSAN (Marketing Spazio Lounge & Resto)
Faktor Pergaulan
INGIN mencoba tantanganbaru, pengalaman, serta mendapat tawaran gaji yang lebih tinggi. Hal-hal inilahyang diyakini Susan sebagai alasan orang klub mudah berpindah-pindah. “Tempatyang lagi booming juga punya dayatarik lebih,” tutur Susan, Marketing Spazio lounge & resto.
Apakahbegitu mudahnya? Susan menuturkan bahwa sebenarnya tak mudah juga gaya ‘kutu loncat’ itudilakukan. Faktor betah dengan situasi kerja dan pergaulan di dalam juga sangatmenentukan.
“Kalautempatnya sudah nyaman, seperti secondhome, orangnya juga asyik-asyik, ya pastimalas juga pindah-pindah kerja ke tempat lain,” ungkap wanita kelahiran Jakarta, 7 Agustus 1981ini.
Faktorhubungan sosial menurutnya memegang kendali penting dalam memutuskan pindahatau tidak. “Kalau teman-teman dekat kita sudah cabut semua, terus kita juga nggak betah dengan orang-orang yang tinggal, ya mendingan pindah aja, kan,” sambungnya.
Ajakan-ajakanpindah pun biasanya kerap timbul dari kompetitor dan orang yang sebelumnyakenal dengan yang bersangkutan. Susan pun tak luput dari hal itu. “Misalnyakita pernah kerja sama dia. Nah, sekarang dia mau buka tempat baru. Dialangsung ngajak untuk gabung,” papar penggemar buku ‘Chicken Soup for the Soul’ ini.
Kalausudah demikian, biasanya jabatan yang dijanjikan pun lebih tinggi. Hal inilahyang membuat orang mudah tergiur. “Tapi nggak juga sih, bisa naik atau turun. Ada orang yang rela turun,karena perusahaan baru tersebut lebih besar, atau merasa tertantang denganjenis pekerjaannya,” jelasnya kemudian.
Duatahun sudah Susan mengabdikan skill-nyadi Spazio yang terletak di lantai 3 Pondok Indah Mall 2 ini. “Di sini seru,bisa kerja sambil dugem, he…he…he…,”ucap penyuka segala genre musik ini.
Berawaldari GRO (guest relation officer), ia sempat mengecap pelajaran meramu minumanketika beralih posisi sebagai bartender, walaupun hanya sebulan. Akhirnya iamenjabat marketing, atau Sales Banquet Representative tepatnya.
“Aku jadi tahu cara dealing sama perusahaan. Ketemu bermacam-macam style orang, dari yang baik, nakal, sampai pelit, he…he…he… Bisa kenal sama DJ-DJtop dan wartawan,” ujar bangga.
Usaiaktif sebagai sales promotion girl (SPG)dan usher selama beberapa tahun,Susan mulai memasuki kehidupan malam saat bekerja sebagai resepsionis di GalaxySpa dan Karaoke pada tahun 2002.
“Karena nggak tahu, ya awalnya sempat takutkerja di dunia malam. Ternyata enak juga, he…he…he…, tapi memang harus pandai-pandai jagadiri,” terangnya. Setahun berselang,Susan pindah ke Score! Jakarta diCilandak Town Square.
“Di sanalah aku lebih paham kehidupan malam. Betah karena asyik kerjanya, ketemu banyak orang. Tapi lama-lama bosan juga dua setengah tahunjadi server,” ucapnya lagi. DariScore akhirnya ia pindah ke Spazio.
“Ada rencana mau pindah lagi?”
“Hmm..kasihtahu nggak ya…, ha…ha…ha…,”godanya sambil tertawa.